Kamis, 10 Maret 2011


KONTAK
Jika ada yang ingin ditanyakan, silahkan isi formulir dibawah ini, kami akan menghubungi Anda segera.

Top of Form
Bottom of Form
Nama
:
Email
:
No. Telepon
:
Perusahaan
:
Alamat
:
Pesan
:


Minggu, 23 Januari 2011

tanaman kopi di bali

Coffea merupakan marga sejumlah tumbuhan berbentuk pohon yang beberapa di antaranya menjadi bahan dasar pembuatan minuman penyegar kopi. Genus ini memiliki sekitar 100 spesies, namun dari 100 spesies itu hanya dua yang memiliki nilai perdagangan penting, yaitu C. canephora (menghasilkan kopi robusta) dan C. arabica (menghasilkan kopi arabika). Beberapa jenis lainnya juga dipakai sebagai bahan campuran untuk mempengaruhi aroma, seperti C. excelsa dan C. liberica.

Secara umum tanaman kopi di bali ada dua jenis spesies tanaman kopi yaitu : kopi arabika dan kopi robusta.tetapi mengingat kualitas kopi arabika lebih bagus dari kopi robusta sampai saat ini petani kopi di bali lebih memilih varietas tanaman kopi arabika.

Kopi Arabika
Kopi arabika (Coffea arabica) tumbuh di daerah dengan ketinggian 700-1700 m dpl, suhu 16-20°C, beriklim kering tiga bulan secara berturut-turut. Kopi arabika peka terhadap penyakit karat daun Hemileia vastatrix (HV), terutama bila ditanam di daerah dengan elevasi kurang dari 700 m.
 Sifat-sifat dan karakteristik beberapa varietas kopi Arabika antara lain:
 
Varietas S 795
Habitus tanaman: tinggi agak melebar dengan daun rimbun menutupi batang. Percabangan tidak teratur, ruas batang agak pendek, cabang sekunder, cabang tersier, cabang balik dan cabang cacing tumbuh sangat aktif sehingga diperlukan sering mewiwil. Daun bulat telor dengan ujung runcing, permukaan dan tepi daun bergelombang. Bunga: pembungaan besar pada awal musim hujan dan bunga susulan cukup banyak. Ruas yang pernah berhubungan dapat berbunga kembali akan tetapi jumlah buah sedikit. Bunga mekar agak pagi. Buah: buah muda agak memanjang warna hijau dan buah masak agak bulat warna merah hati. Pemasakan buah tidak serentak sehingga perlu panen bertahap. Daya hasil 1,5 ton/ ha dengan populasi 1600 pohon/ ha. Ketahanan terhadap hama penyakit: pada ketinggian lebih 1000 m tahan terhadap penyakit karat daun (hemileia vastatrix B et Br.), sedangkan < 900 agak rentan.
 
Ada dua jenis varietas tanaman kopi arabika yaitu:
Varietas Andung Sari (AS)
Habitus tanaman: katai.Percabangan mendatar, tegak lurus batang utama dan agak lentur. Daun berbentuk oval agak memanjang dengan ujung meruncing dengan ukuran lebih besar daripada Kartika. Helai daun tipis dan lemas dengan tepi bergelombang. Bunga: hampir sama dengan Kartika. Buah: hampir sama dengan Kartika. Daya hasil 2 ton/ ha dengan populasi 2.500 pohon/ ha. Ketahanan terhadap hama penyakit: pada ketinggian > 1000 m tahan terhadap penyakit karat daun (hemileia vastatrix B et Br.), sedangkan < 900 lebih tahan dibandingkan dengan Kartika. Cita rasa: cukup baik. 
Varietas Kartika
Habitus tanaman: katai.
Percabangan agak lentur, ruas pendek, pembentukan cabang sekunder, cabang kipas sangat aktif. Daun bulat telor dengan pangkal daun ujung runcing. Helai daun tebal dan kaku. Bunga: pembungaan lebih cepat dibandingkan kopi S 795. Bunga mekar agak siang. Buah: buah agak bulat dengan ukuran seragam. Biji lebih kecil dibandingkan dengan S 795. pemasakan buah tidak serentak sehingga perlu panen bertahap. Daya hasil 2 ton/ ha dengan populasi 2.500 pohon/ ha. Ketahanan terhadap hama penyakit: pada ketinggian > 1000 m tahan terhadap penyakit karat daun (hemileia vastatrix B et Br.), sedangkan < 900 tidak tahan. Cita rasa: cukup.
 
Kopi Robusta
Kopi Robusta merupakan keturunan beberapa spesies kopi, terutama Coffea canephora. Tumbuh baik di ketinggian 400-700 m dpl, temperatur 21-24° C dengan bulan kering 3-4 bulan secara berturut-turut dan 3-4 kali hujan kiriman. Kualitas buah lebih rendah dari arabica dan Liberika.